POLITIK :Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang ingin mundur dari partai yang mengusungnya
itu langsung berbalas. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik, justru
balik menantang Ahok untuk segera membuat surat pengunduran dirinya dari partai
bentukan Prabowo Subianto itu.
Sebelumnya, Ahok menyatakan akan keluar dari Gerindra terkait rencana penghapusan pilkada langsung dan mengembalikannya menjadi pilkada yang dipilih DPRD seperti yang berlaku pada era Orde Baru dulu.
“Jangan cuma cerita. Saya kira segera saja bikin surat pengunduran diri. Silahkan, itu hak orang, mau maju mau mundur, silahkan. Partai tidak akan melarang dan menahan-nahan,” tukas M Taufik, kemarin, di Jakarta.
Fadli Zon, Wakil
Ketua Umum Partai Gerindra, juga berpikiran sama. Ia menegaskan bahwa Ahok
harus memilih antara aturan yang berlaku di partainya atau tidak bersama lagi
dengan Gerindra. Begitu pula dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo.
“Karena kalau
sudah tidak sejalan lagi, ya dia harus memilih. Mau tunduk sama partai atau di
luar partai. Kita akan panggil Ahok, karena parpol bukan LSM, bukan ormas, ada
mekanisme dan ada AD/ART,” timpal Fadli Zon.
“Berbeda pandangan boleh tapi kalau sudah
melawan, harus berada di luar partai. Kita akan klarifikasi kepada Ahok,”
lanjut tangan kanan Prabowo Subianto ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar